Cimol Uhhuy
Melestarikan Rasa, Menyempurnakan Pengalaman.Pemilihan Cimol sebagai objek redesain didasari oleh kecintaan saya pada cita rasa lokal yang autentik, khususnya perpaduan pedas dan manis yang menjadi ciri khasnya. Namun, dari sisi pengalaman pengguna, penggunaan kemasan plastik konvensional memiliki kelemahan signifikan; selain kurang mampu menjaga tekstur, bentuknya yang tidak stabil seringkali menyebabkan produk mudah tumpah atau jatuh. Redesain ini bertujuan untuk memberikan solusi kemasan yang lebih ergonomis, aman, dan estetik tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya.
Desain Awal vs Redesain

Kemasan Konvensional
Menggunakan plastik bening yang mudah sobek, tidak ergonomis, dan berisiko menumpahkan bumbu saat dikonsumsi.
Fungsionalitas RendahPackaging Ergonomis
Solusi kemasan food-grade dengan tutup lipat, grip antiselip, dan visual branding modern yang tetap "lokal".
User-Centric Design5 Tahap Design Thinking
Empathize
Melalui pengamatan langsung, ditemukan bahwa penggunaan kemasan plastik polietilen (PE) tipis pada jajanan tradisional sering kali menyulitkan konsumen karena strukturnya yang lemas, sehingga produk mudah tumpah atau jatuh saat diletakkan.
Define
Berdasarkan kendala tersebut, ditetapkan bahwa masalah utama yang harus diselesaikan adalah kurangnya stabilitas dan fungsionalitas pada kemasan konvensional yang berdampak buruk pada pengalaman menikmati produk."
Ideate
Mengubah identitas visual menjadi CIMOLL dengan menggunakan standing pouch yang dilengkapi fitur ziplock. Desain menonjolkan estetika modern dengan elemen visual saus yang menggugah selera.
Prototype
Pengembangan kemasan yang mampu berdiri tegak (standing) untuk meningkatkan visibilitas produk di rak penjualan dibandingkan plastik kaki lima biasa.
Test
Memastikan fitur ziplock memberikan nilai tambah berupa kemudahan penyimpanan bagi konsumen yang tidak menghabiskan camilan dalam satu waktu.


0 Komentar